KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Ruang Akademik, telah mencapai pencapaian signifikan dalam dunia penelitian dengan menghasilkan inovasi teknologi pengolahan limbah terpadu yang mendapat pengakuan nasional. Pada tanggal 18 April 2026, kampus ini secara resmi mengumumkan keberhasilan tim riset multidisiplin yang berhasil mengamankan pendanaan penelitian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) senilai Rp 850 juta untuk tahun anggaran 2026.
Penelitian yang diberi judul “Sistem Terintegrasi Pengolahan Limbah Industri dan Domestik Berbasis Teknologi Bioremediasi untuk Wilayah Pesisir Sulawesi Tenggara” ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara dosen-dosen berpengalaman dan mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi. Proyek riset berdurasi tiga tahun ini menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghadirkan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat Sulawesi Tenggara, khususnya di kawasan pesisir Kendari.
Latar Belakang Riset dan Urgensi Penelitian
Limbah industri dan domestik telah menjadi permasalahan lingkungan yang mendesak di wilayah pesisir Sulawesi Tenggara. Dengan perkembangan industri pertambangan, perikanan, dan pariwisata yang pesat, volume limbah yang dihasilkan terus meningkat. Hingga saat ini, sebagian besar limbah tersebut tidak tertangani dengan baik dan mencemari laut, perairan tawar, dan tanah di sekitarnya.
“Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan teknologi yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga dapat diadopsi oleh komunitas lokal dengan biaya terjangkau,” ungkap Dr. Ir. Muhammad Aziz Syahputra, S.T., M.T., Ketua Unit Ruang Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Kampus, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, Kamis (18/4/2026).
Dr. Aziz Syahputra menjelaskan bahwa penelitian ini dimulai dari observasi lapangan yang dilakukan tim pada tahun 2024. Observasi tersebut melibatkan mahasiswa dari program studi Teknik Lingkungan, Teknik Kimia, dan Biologi yang diarahkan untuk mengidentifikasi sumber limbah utama dan karakteristik fisiko-kimianya.
“Dari hasil observasi tersebut, kami menemukan bahwa limbah yang dihasilkan memiliki variasi yang kompleks. Limbah dari industri perikanan mengandung kadar nitrogen tinggi, limbah pertambangan mengandung logam berat, sementara limbah domestik dari rumah tangga dan hotel mengandung bahan organik yang tinggi. Inilah yang mendorong kami untuk mengembangkan sistem terintegrasi yang mampu menangani keragaman limbah tersebut,” jelasnya lebih lanjut.
Metodologi dan Teknologi Inovatif
Tim riset yang terdiri dari 12 dosen dan 24 mahasiswa ini telah mengembangkan suatu teknologi hybrid yang menggabungkan beberapa metode pengolahan limbah. Sistem yang mereka kembangkan mengintegrasikan teknik bioremediasi dengan teknologi filtrasi membran dan advanced oxidation process (AOP).
Dr. Siti Nurhalimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala Laboratorium Bioteknologi dan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan detail teknis penelitian ini. “Bioremediasi menggunakan bakteri dan mikroorganisme lokal yang telah kami isolasi dan identifikasi dari berbagai sumber lingkungan Kendari. Mikroorganisme ini kemudian dikembangkan dalam reaktor biologis yang dirancang khusus untuk mengoptimalkan proses degradasi limbah,” ujar Dr. Nurhalimah dengan antusias.
Lebih jauh, Dr. Nurhalimah menambahkan bahwa keunikan penelitian ini terletak pada penggunaan konsorsium bakteri lokal yang telah terbukti mampu bertahan dan berkembang dalam kondisi lingkungan Sulawesi Tenggara. “Kami melakukan screening ribuan sampel bakteri dari sedimen laut, air sungai, dan tanah di Kendari. Dari screening tersebut, kami berhasil mengidentifikasi 18 strain bakteri yang potensial untuk degradasi limbah dengan efisiensi penghilangan polutan mencapai 85-92 persen,” jelasnya.
Sistem ini dirancang dalam skala semi-pilot dengan kapasitas olahan 100 liter per hari, yang akan diuji coba di beberapa lokasi strategis di Kendari selama fase penelitian berlangsung.
Peran Mahasiswa dalam Riset
Salah satu aspek penting dari penelitian ini adalah melibatkan mahasiswa secara aktif dalam setiap tahapan penelitian. Keterlibatan ini bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan akademik, tetapi merupakan bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia berkualitas tinggi.
Sinta Wijaya, mahasiswa tingkat akhir program studi Teknik Lingkungan yang terlibat langsung dalam penelitian, mengungkapkan pengalamannya. “Saya sangat bersyukur bisa terlibat dalam penelitian tingkat nasional ini sejak semester ketiga. Melalui penelitian ini, saya belajar langsung tentang metodologi riset yang serius, mulai dari desain eksperimen, pengumpulan data lapangan, hingga analisis hasil. Ini pengalaman yang tidak akan saya dapatkan hanya dari kuliah di kelas,” papar Sinta dengan rasa bangga.
Mahasiswa lainnya, Budi Santoso dari program studi Teknik Kimia, menceritakan kontribusinya dalam riset. “Saya bertanggung jawab dalam merancang dan mengoptimalkan reaktor biologis, serta menjalankan analisis parametrik limbah menggunakan berbagai alat spektroskopi. Kemampuan praktis yang saya peroleh di sini tentunya akan sangat bermanfaat ketika saya memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Proses Pendanaan dan Kompetisi Nasional
Pencapaian pendanaan Rp 850 juta dari Kemenristekdikti bukan sesuatu yang mudah dicapai. Universitas Muhammadiyah Kendari harus melewati proses seleksi yang ketat dengan kompetisi dari ratusan proposal penelitian dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Ir. Sulhan Syaiful, S.T., M.T., mengapresiasi pencapaian ini dalam acara pengumuman resmi. “Pendanaan ini adalah bukti nyata bahwa penelitian yang kami lakukan di Universitas Muhammadiyah Kendari sudah diakui secara nasional. Lebih dari itu, ini menunjukkan bahwa tim kami memiliki kapasitas dan dedikasi yang tinggi untuk menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Prof. Sulhan Syaiful.
Rektor juga menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi momentum untuk terus meningkatkan penelitian berkualitas di universitas. “Kami berencana meningkatkan alokasi dana internal untuk mendukung penelitian dosen dan mahasiswa, serta akan membuka laboratorium baru yang dilengkapi dengan peralatan penelitian berstandar internasional,” ungkapnya.
Dampak Sosial dan Keberlanjutan Lingkungan
Salah satu keunggulan penelitian ini adalah potensi dampak sosial dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat. Teknologi yang dikembangkan dirancang tidak hanya efektif dalam mengatasi limbah, tetapi juga terjangkau dan dapat diadopsi oleh industri kecil menengah (IKM) dan komunitas lokal.
Prof. Dr. H. Muhammad Arifin, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan rencana diseminasi hasil penelitian. “Setelah fase penelitian selesai, kami akan melakukan pelatihan teknologi ini kepada kelompok usaha kecil, koperasi, dan bahkan pemerintah daerah. Kami ingin teknologi ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” ujar Prof. Arifin.
Lebih lanjut, Prof. Arifin mengungkapkan bahwa tim juga akan menyusun petunjuk teknis operasional yang mudah diikuti, sehingga bahkan operator tanpa latar belakang teknik sekalipun dapat mengoperasikan sistem ini. “Kami juga akan memfasilitasi pendaftaran paten untuk inovasi ini, mengingat teknologinya unik dan belum banyak dikembangkan oleh institusi lain di Indonesia,” tambahnya.
Kolaborasi dan Jaringan Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini, Universitas Muhammadiyah Kendari juga bermitra dengan beberapa institusi lain, termasuk Universitas Halu Oleo Kendari dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi serta Sumber Daya Genetik Pertanian (BB Biogen) dari Kementerian Pertanian.
Kolaborasi ini memungkinkan tim riset mendapatkan akses ke peralatan canggih dan expertise dari para ahli di berbagai bidang. “Jaringan kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan kualitas penelitian dan mempercepat pencapaian target riset,” jelas Dr. Aziz Syahputra.
Jadwal dan Target Penelitian
Penelitian yang dimulai pada bulan Mei 2026 ini memiliki beberapa tahapan strategis. Tahap pertama (Mei-September 2026) fokus pada pengembangan dan optimasi strain bakteri serta desain reaktor. Tahap kedua (Oktober 2026-Februari 2027) akan melakukan uji coba semi-pilot di lapangan dengan bermitra dengan industri perikanan lokal. Tahap ketiga (Maret 2027-Maret 2028) akan melakukan scaling-up dan analisis ekonomi kelayakan.
“Target kami adalah pada akhir tahun 2028, teknologi ini sudah siap untuk diterapkan di industri kecil menengah. Kami juga menargetkan minimal dua publikasi internasional dan satu artikel di jurnal nasional terakreditasi,” papar Dr. Siti Nurhalimah.
Penutup
Penelitian inovatif yang dikembangkan dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini menandai era baru dalam kontribusi perguruan tinggi lokal terhadap solusi permasalahan lingkungan regional. Dengan pendanaan nasional yang signifikan dan dukungan penuh dari pimpinan universitas, tim riset ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan teknologi yang tidak hanya bermutu ilmiah tinggi tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi masyarakat.
Pencapaian ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa di universitas lain untuk aktif terlibat dalam penelitian yang memberikan dampak nyata. Melalui dedikasi, inovasi, dan kolaborasi yang kuat, Universitas Muhammadiyah Kendari terus membuktikan bahwa universitas yang berlokasi di wilayah timur Indonesia juga mampu menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang dapat berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
(Berita selesai)
—
Data Artikel:
– Jumlah kata: 1.847 kata
– Sumber kutipan: Fiktif realistis berdasarkan struktur universitas Indonesia
– Gaya penulisan: Jurnalistik formal dengan struktur piramida terbalik
– Tanggal: 18 April 2026