KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Ruang Akademik, secara resmi meluncurkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi tahun 2026 pada Rabu, 10 April 2026. Pelaksanaan program yang rencananya dimulai pada akhir bulan April ini melibatkan hingga 500 mahasiswa dari berbagai fakultas yang akan tersebar di 15 kabupaten di Sulawesi Tenggara.
Acara peluncuran yang digelar di Aula Kampus Pusat Universitas Muhammadiyah Kendari berlangsung meriah dengan kehadiran para pejabat kampus, dosen pendamping, mahasiswa peserta, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara. Momentum ini menandai komitmen institusi dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Program Terintegrasi Menyeluruh
Program KKN dan pengabdian masyarakat tahun ini dirancang dengan konsep terintegrasi yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan kontribusi langsung kepada masyarakat lokal. Tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial, program ini fokus pada pemberdayaan berkelanjutan melalui pelatihan keterampilan, pendidikan, dan pengembangan infrastruktur lokal.
Menurut informasi yang dihimpun, 500 mahasiswa akan dibagi menjadi 75 kelompok KKN, dengan setiap kelompok terdiri dari 6-7 anggota. Kelompok-kelompok tersebut akan ditempatkan di berbagai lokasi strategis yang telah ditentukan, mencakup wilayah perkotaan, semi-urban, hingga pedesaan yang masih membutuhkan pendampingan intensif.
“Program KKN tahun ini memiliki fokus khusus pada lima bidang utama, yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan perempuan,” jelas Dr. Muh. Zainuddin, Kepala Unit Ruang Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam acara peluncuran tersebut. Beliau menambahkan bahwa setiap bidang telah dirancang dengan target output yang jelas dan terukur.
Filosofi dan Visi Kampus
Sebagai universitas yang berbasis nilai-nilai Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Kendari menempatkan pengabdian masyarakat sebagai bagian integral dari proses pembelajaran mahasiswa. Filosofi ini sejalan dengan ajaran amal ma’ruf nahi mungkar yang mengutamakan kontribusi positif kepada masyarakat sekitar.
Dr. Ir. Hasnawaty, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, menekankan pentingnya program ini dalam pidato pembukaan acara. “Mahasiswa bukan hanya penimba ilmu di kampus, melainkan juga agen perubahan sosial yang harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui KKN dan pengabdian masyarakat, mereka belajar menerapkan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang sesungguhnya,” ucapnya dengan penuh penekanan.
Rektor juga mengungkapkan bahwa program ini telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai organisasi non-pemerintah yang berkomitmen pada pembangunan sosial. “Sinergi antara kampus, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci kesuksesan program ini,” tambah Rektor Hasnawaty.
Wilayah Penempatan dan Target Spesifik
Program KKN tahun ini mencakup penempatan mahasiswa di 15 kabupaten/kota di wilayah Sulawesi Tenggara, antara lain Kendari, Kolaka, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Buton, Buton Utara, Buton Tengah, Wakatobi, Muna, Muna Barat, Bombana, serta pulau-pulau terpencil lainnya.
Setiap lokasi penempatan telah melalui survei mendalam untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik masyarakat. “Kami tidak ingin program ini bersifat top-down atau sekedar formalitas,” jelas Dr. Zainuddin. “Setiap kelompok KKN akan bekerja sama langsung dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan kelompok-kelompok lokal untuk merancang program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.”
Beberapa target spesifik yang telah ditetapkan mencakup: pertama, bidang pendidikan dengan target memberikan pelatihan literasi digital kepada 2.000 anak-anak di daerah terpencil; kedua, bidang kesehatan dengan fokus pada penyuluhan gaya hidup sehat dan peningkatan sanitasi lingkungan; ketiga, bidang lingkungan melalui program penanaman pohon dan pengelolaan sampah; keempat, bidang ekonomi kerakyatan dengan memberikan pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha kecil; dan kelima, pemberdayaan perempuan melalui pelatihan keterampilan produktif dan literasi finansial.
Persiapan dan Pendampingan Intensif
Sebelum terjun langsung ke masyarakat, seluruh mahasiswa peserta KKN akan menjalani orientasi dan pelatihan selama dua minggu penuh. Program ini meliputi pembekalan materi tentang pendekatan pemberdayaan masyarakat, teknik fasilitasi, komunikasi efektif, manajemen program, serta etika pengabdian masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa memiliki kesiapan psikologis, akademik, dan teknis sebelum turun ke lapangan,” ungkap Dr. Bambang Setiawan, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Beliau menerangkan bahwa setiap kelompok akan didampingi oleh seorang dosen pembimbing lapangan (DPL) yang bertugas memberikan bimbingan, evaluasi, dan fasilitasi selama periode KKN berlangsung.
Durasi program KKN dijadwalkan selama dua bulan, dari akhir April hingga akhir Juni 2026. Sepanjang periode tersebut, mahasiswa diharapkan melakukan pendokumentasian kegiatan, melakukan evaluasi mandiri, dan menyiapkan laporan akhir yang komprehensif.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas Lokal
Antusiasme dari pemerintah daerah terbukti dari kehadiran langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam acara peluncuran. “Program seperti ini sangat kami apresiasi karena sejalan dengan agenda pembangunan yang kami jalankan. Kontribusi mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat akan mempercepat pencapaian target-target pembangunan berkelanjutan di daerah kami,” ujar beliau dalam sambutan singkatnya.
Tidak hanya pemerintah, sejumlah organisasi non-pemerintah dan komunitas lokal juga menyatakan kesiapan mereka dalam mendukung program. Rumah Yatim Piatu, Puskesmas Komunitas, dan Kelompok Tani setempat telah menandatangani nota kesepahaman untuk berkolaborasi dengan kelompok-kelompok KKN.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Mengukur dampak program KKN tidak bisa hanya dilihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama dua bulan, tetapi juga dampak jangka panjang yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Universitas Muhammadiyah Kendari telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi berkelanjutan pasca-KKN.
“Kami akan melakukan follow-up secara berkala untuk memastikan bahwa program-program yang dimulai mahasiswa dapat berkelanjutan bahkan setelah mereka pulang dari lokasi KKN. Kolaborasi dengan pemerintah lokal dan komunitas akan diperkuat dalam tahap ini,” jelaskan Dr. Zainuddin.
Bagi mahasiswa sendiri, program ini diharapkan menjadi pengalaman pembelajaran yang tak ternilai. Melalui KKN, mereka tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di kelas, tetapi juga mengembangkan soft skills penting seperti kepemimpinan, kerja tim, adaptasi terhadap perbedaan budaya, dan problem-solving.
“Generasi muda kita harus memiliki empati dan kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang heterogen. KKN adalah sarana yang tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut,” tambah Dr. Hasnawaty dalam kesempatan lain.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Peluncuran Program KKN dan Pengabdian Masyarakat Terintegrasi 2026 oleh Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmen institusi yang serius terhadap pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan 500 mahasiswa di 15 kabupaten, program ini diproyeksikan akan menyentuh kehidupan ribuan masyarakat lokal dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.
Kesuksesan program ini tidak hanya diukur dari angka-angka statistik semata, tetapi lebih penting adalah perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat dan pembentukan karakter mahasiswa yang peduli sosial. Sebagaimana dinyatakan oleh berbagai stakeholder dalam acara peluncuran, program KKN tahun 2026 diharapkan menjadi model bagi universitas-universitas lain dalam melaksanakan pengabdian masyarakat yang bermakna dan terukur.
Dengan persiapan yang matang, dukungan stakeholder yang kuat, dan komitmen seluruh pihak, Program KKN Terintegrasi 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (Red)
—
Word Count: 1.847 kata